Home / Uncategorized / Gelapkan Investasi 2 Miliar, Pasangan Pasutri Ditangkap Polsi Solo

Gelapkan Investasi 2 Miliar, Pasangan Pasutri Ditangkap Polsi Solo

Gelapkan Investasi 2 Miliar, Pasangan Pasutri Ditangkap Polsi Solo – Polresta Solo membongkar masalah dugaan investasi bodong yg ditandai merugikan nasabah sampai Rp2 miliar. Dalam masalah dengan modus investasi emas itu, polisi menangkap Djody Wisnubroto (39) serta Dina Yuanita, pasangan suami istri (pasutri) yg beralamat di Jalan Arifin, Solo. Pasutri itu ditangkap dirumah kontrakan di Kampung Widuran, Kecamatan Jebres.

Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo mengemukakan, masalah itu tersingkap sesudah polisi mendapatkan laporan dari dua korban, yaitu Budi Sartono (54), warga Malang, Jawa Timur, serta Herman Priyono (54), warga Kecamatan Jebres, Solo. Dalam aksinya, pemeran membangun CV Kebun Emas Indonesia serta melaksanakan presentasi terkait investasi emas. Mereka mencari nasabah dari hotel ke hotel di Kota Solo serta kabupaten sekelilingnya. “Kegiatan yg dijalankan sudah berjalan mulai sejak th. 2014 sampai th. 2015, ” tandas Ribut Hari Wibowo, Kamis (6/7) siang.

Pemeran tawarkan keuntungan 5% tiap-tiap bln. apabila nasabah beli emas dua ons. Duwit yg disetorkan dijanjikan dapat dikembalikan sesudah enam bln. seterusnya. Tapi hingga saat yg dijanjikan, duwit investasi tdk kunjung dikembalikan. Dua orang yg merasakan tertipu seterusnya melapor ke polisi. Satu korban mengakui menanggung derita kerugian sampai Rp250 juta serta satu korban yang lain Rp50 juta. “Kami segera melaksanakan penyelidikan sesudah terima laporan, ” ujarnya.

Kantor CV Kebun Emas Indonesia di Jalan Arifin, Solo juga dicek. Polisi sudah memperoleh daftar beberapa orang yg turut investasi. Jumlahnya menggapai 61 orang dengan keseluruhan duwit yg disetorkan menggapai Rp2 miliar. Hasil pengecekan sesaat, ke dua pemeran memanfaatkan duwit yg terkumpul buat kebutuhan pribadi salah satunya jual beli ruko serta tanah. “Kami mengimbau supaya penduduk yg merasakan tertipu buat melapor, ” lanjut Kapolres.

Kasat Reskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi mengimbuhkan, tanda untuk bukti yg diambil alih misalnya empat lembar Letter Of Contract Keuntungan Berbagi Gold (LOC), dua lembar kwitansi bermaterai, satu lembar akta pendirian CV Kebun Emas Indonesia, Nomer Pokok Perlu Pajak (NPWP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), daftar nasabah, satu keping DVD buat presentasi, buku tabungan BCA, emas batangan 10 gr serta 1 gr, dan laptop. Ke dua tersangka dijerat pasal 378 serta 372 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP serta pasal 3 UU RI Nomer 8 Th. 2010 terkait Tindak Pidana Pencucian Duwit (TPPU) dengan ancaman 20 th. penjara.

Kepala Kantor OJK Solo Laksono Dwionggo mengemukakan, pihaknya tengah berkomunikasi dengan kepolisian perihal masalah itu. OJK juga tengah mempelajari lebih dalam kembali berkenaan kesulitan yg tampil. “Dalam masalah ini, nasabah yg dirugikan tdk memberikan laporan ke OJK, tapi segera ke kepolisian, ” kata Laksono Dwionggo.

OJK mengimbau penduduk supaya jangan sampai enteng tergiur dengan tawaran mendapatkan bunga atau imbal hasil yg tinggi. Sebelum saat investasi, penduduk dikehendaki bertanya dahulu legalitas usaha serta product investasinya. Juga penting diketahui bagaimana perusahaan itu memutar usahanya buat mendapatkan pendapatan manfaat membayar ongkos bunga atau imbal hasil pada nasabah. Tdk kalah terutama, menyadari skema investasinya serta menegaskan apakah perusahaan itu tercatat di otoritas yg berwenang. Kalau penduduk mengerti atau mendapatkan penawaran investasi yg mencurigakan, sanggup melapor ke OJK.

About admin