Home / Berita Nasional / Tak Ada Pencopotan Paksa Bendera

Tak Ada Pencopotan Paksa Bendera

Tak Ada Pencopotan Paksa Bendera  РKepala Grup Reserse Kejahatan Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Stefanus Tamuntuan memaparkan petugas keamanan Apartemen Kalibata City (Kalcit) bukan mengerjakan usaha pencopotan atau turunkan paksa bendera Merah Putih, tetapi buat menertibkan.

” Butuh dibedakan pada penurunan serta penertiban. Apabila bendera dipasang di tiang terus dicopot, itu penurunan. Namun apabila mau dirapikan (pemasangannya), itu penertiban, ” jelas AKBP Stefanus seperti ditulis Pada di Jakarta, Kamis (16/8) malam.

Dia menuturkan, buat rumah seperti apartemen atau rumah susun punyai peraturan sendiri dalam sejumlah aktivitas termasuk juga bab pemasangan bendera merah putih buat memperingati 73 Tahun Hari Kemerdekaan Indonesia.

” Beda semestinya peraturannya menempatkan bendera dalam rumah pribadi dengan umpamanya di rusun (rumah susun). Umpamanya apabila dilewatkan (sembarang), ada tiang bendera yg jatuh menerpa penduduk, siapa yg tanggung jawab, ” jelas Stefanus.

Menurut dia, penduduk di rumah pribadi atau hunian seperti apartemen serta rusun semestinya punyai kebebasan buat menempatkan bendera merah putih.

Tetapi, ada peraturan privat yang wajib dipatuhi penduduk di lingkungan rumah seperti apartemen serta rumah susun. Peraturan privat itu salah satunya titik pemasangan di area khusus yg tak mengganggu keamanan serta kenyamanan penduduk.

Dengan demikian, ia mengharapkan insiden bendera yg sebabkan pertengkaran pada penduduk dengan petugas keamanan Apartemen Kalibata City bisa disikapi dengan bijak.

” Tak ada pencopotan paksa bendera (di apartemen), terdapatnya penertiban, ” tegas Stefanus. Disamping itu, General Manager Kalibata City, Ishak Lopung mengatakan kabar pencopotan bendera Merah Putih itu tak benar.

” Berkaitan dengan beberapa berita perihal pencopotan Bendera Merah-Putih di Apartemen Kalibata City oleh tubuh pengelola apartemen di satu diantaranya unit apartemen Tower Damar, dengan adanya ini kami mau mengatakan kalau infomasi itu tak benar, ” kata Ishak.

Ia memaparkan peristiwa berasal disaat pengelola mengharap seseorang pemilik unit menempatkan bendera ke ruangan yg lebih aman di ruangan taman. Pemilik unit itu diberitakan menempatkan bendera di teras yg terdapat diatas, hingga pengelola menganggap tiangnya terdapat resiko jatuh serta menerpa penduduk serta kendaraan, dan miliki potensi sebabkan kecelakaan.

Pihak pengelola gedung menganjurkan biar bendera dipindahkan ke ruangan taman, serta pemilik unit, ibu paruh baya itu setuju dengan tawaran itu.

Tetapi berselang lebih kurang 40 menit, anak dari ibu itu bernama Nyimas bertanya pihak yg menertibkan bendera. Sewaktu pengelola ingin memaparkan, seseorang penduduk dikira memprovokasi massa dengan mengemukakan ” pihak pengelola melarang pengibaran bendera “. Buat menjauhi ketegangan, petugas keamanan ditempat berbarengan pengelola serta penduduk lantas mendatangi posko keamanan buat membahas insiden itu.

Hasil pembicaraannya, pengelola mengijinkannya pemilik unit menempatkan bendera dengan ikatan tali yg aman serta rapi hingga beragam kemungkinan bisa diperkirakan.

” Kala pemasangan petugas pengelola didampingi pihak keamanan, serta Ketua RT, ” jelas Ishak. Dia mengatakan pengelola Apartemen Kalibata City tidak sempat melarang pemasangan bendera seperti yg dikabarkan. Bahkan juga, pengelola Kalibata City udah menempatkan bendera di beberapa area, serta menghadirkan acara perayaan Kemerdekaan pada 17 Agustus 2018.

About admin